Jumat, 14 Oktober 2011

Wawasan Pendidikan Imam Al-Ghazali





Di antara percikan pemikiran Wawasan Pendidikan Imam al-Ghazali dalam Fatihatul Ulum, yakni tentang hubungan antara guru-murid. Bagi kita, wawasan pendidikan al-Ghazali tersebut senantiasa aktual dan relevan dengan situasi dan kondisi masa kini.
Al-Ghazali berpendapat bahwa para guru hendaknya memiliki sifat kasih sayang terhadap murid-muridnya, dan memperlakukan mereka dengan lembut laksana mereka memperlakukan anaknya sendiri.
Lebih lanjut ia berkata, “Hendaknya guru senantiasa jujur kepada setiap murid. Jangan biarkan murid-murid bertingkah laku buruk. Dan jangan sekali-kali membicarakan keburukan teman guru lainnya di hadapan seorang murid… Hindarkan mengajarkan pelajaran yang berada di luar kemampuan berpikir murid.”

Ia kemukakan pula bahwa para guru hendaknya senantiasa memberi teladan yang baik dari apa yang diajarkan. Jika tidak demikian, katanya, maka perbuatan itu tidak sesuai dengan apa yang diajarkan. Al-Ghazali juga menekankan tentang pentingnya niat dan kebersihan hati para murid. “Perbaikilah niat mereka dan bersihkan hati mereka, agar pendidikannya dapat berfungsi dengan baik.”

Sementara tentang pujian terhadap murid dan kesalahan yang dilakukannya, al-Ghazali berujar, “Pujilah dan doronglah murid-murid apabila perbuatan mereka patut mendapatkan pujian. Maafkanlah mereka apabila mereka baru melakukan kesalahan satu kali, tetapi manakala ia mengulangi kesalahannya, peringatkanlah ia secara tersendiri. Untuk membetulkan kesalahannya, janganlah mencaci-maki mereka. Serta jauhkanlah mereka dari ‘teman-temannya yang jahat’, lantaran ini adalah hal amat mendasar bagi pendidikannya.”

Wawasan pendidikan al-Ghazali dalam buku Fatihatul Ulum lainnya mencakup: Keutamaan Ilmu, Asas-asas Pengajaran dan Bimbingan, Bukti-bukti Rasional soal mengajar sebagai profesi yang mulia, Pembagian Ilmu, Tanggungjawab Guru dan Murid, dan lain sebagainya.

Pada karya pendidikan lainnya, Mizanul Amal (Kaidah-kaidah Perilaku), al-Ghazali mengembangkan psikologi asosiasional yang menarik. Pendapat yang dikemukakan al-Ghazali di bawah ini amat mengagumkan jika kita membayangkan situasi jaman tatkala ia hidup waktu itu.

Al-Ghazali berpendapat bahwa: (1). Akal terletak di pusat otak sebagaimana seorang raja tinggal di tengah-tengah kerajaannya, (2). Daya cipta terletak di otak depan seperti seorang kepala kantor pos yang mengumpulkan dan menyebarkan berita, (3). Ingatan terletak di bagian belakang otak seperti seorang pelayan yang berdiri di belakang majikannya, (4). Kemampuan berbicara adalah seperti seorang penerjemah (tentang gagasan-gagasan), dan (5). Panca indera dapat dibandingkan dengan mata-mata yang memeriksa sumber dan membuktikan kebenaran informasi.

Saya ambilkan contoh nasehat al-Ghazali dalam risalah ‘Anakku‘ dimaksud mengenai pentingnya ilmu untuk diamalkan. Kata al-Ghazali, “Yakinlah bahwa ilmu semata tidak mungkin bisa diandalkan. Contohnya, seandainya seorang laki-laki gagah di tengah gurun sendirian memiliki sepuluh pedang India yang sangat ampuh dan beberapa pusaka lainnya. Laki-laki itu dikenal pemberani dan jago perang. Kemudian seekor singa yang sangat besar menghampirinya dan siap menerkamnya. Apa pendapatmu, apakah senjata-senjata yang hebat itu mampu mencegah laki-laki itu dari terkaman singa jika ia tidak menggunakan dan menghantamkannya kepada singa? Sudah pasti senjata-senjata itu tidak mampu melindunginya kecuali dengan digerak-gerakkan. Demikian juga jika seseorang telah membaca 100.000 masalah ilmiah dan berhasil menguasainya. Tetapi tidak mengamalkannya, maka ilmu-ilmu itu tidak akan memberinya manfaat kecuali dengan mengamalkannva. Contoh lain. Jika seseorang sakit kuning, dan ia mengetahui bahwa kesembuhannya hanya dengan ramuan obat tertentu yang telah dikuasainya, maka ia tidak mungkin sembuh kecuali dengan meminum obat itu… Seandainya kamu telah belajar puluhan tahun, membaca banyak buku dan menguasai berbagai macam ilmu, lalu kamu menyimpan kitah-kitab sebagai bahan koleksi pribadi, maka semua itu tidak akan menolong dan menjadikanmu mendapatkan manfaat kecuali dengan mengamalkannya.”
***
Akhirnya saya sudahi tulisan lumayan panjang ini dengan menyimpulkan filsafat al-Ghazali tentang pendidikan dengan memperhatikan wawasan pendidikannya dalam “master piece” karyanya Ihya Ulumuddin.
Al-Ghazali menekankan agar seorang anak dibiasakan untuk bersusah payah, dan jangan dibiasakan dalam kemewahan. Sedari dini seorang anak juga musti ditanamkan sifat-sifat hormat, bersahaja dan kesungguhan dalam dirinya. Selanjutnya ia tandaskan, “Hendaknya seorang anak dijaga agar tidak menggemari uang dan benda-benda lainnya, lantaran inilah langkah yang dapat menuju kepada pertengkaran.”

Pada bagian lain al-Ghazali berujar, “Orang tua bertanggungjawab mendidik anaknya dengan benar. Di tangan merekalah anak yang tidak berdosa dan nuraninya yang masih bersih itu diserahkan. Hatinya laksana sebuah cermin yang siap memantulkan bayangan apa pun yang diletakkan di depannya dan ia akan meniru apa saja yang dilihatnya. Ia dapat menjadi warga negara yang baik apabila ia dididik dengan baik dan ia akan membahayakan orang lain apabila ia diabaikan dan diperlakukan dengan buruk. Orang tuanya, sanak familinya, maupun guru-gurunya, akan ikut menanggung kebahagiaan atau menanggung penderitaan karena kejahatannya. Oleh karena itu, menjadi tugas orang tua atau walinya untuk memperhatikan anak. Ajarkanlah kepadanya akhlak yang baik. Didiklah ia dan jauhkanlah dirinya dari teman-temannya yang buruk.”
`

Rabu, 05 Oktober 2011

KEDISIPLINAN SISWA DI SEKOLAH


Sadar akan hakikatnya, setiap manusia Indonesia di muka bumi ini selalu berbuat untuk hal yang lebih baik. Untuk mengubah prilaku menuju ke hal yang lebih baik itu tidaklah mudah yang kita bayangkan. Perubahan itu melalui perjalanan yang panjang, berjenjang, dan berkesinambungan. Satu-satunya jalur yang dapat ditempuh yakni dengan pendidikan.
Siswa adalah orang yang terlibat langsung dalam dunia pendidikan. Dalam perkembangannya harus melalui proses belajar. Termasuk di dalamnya belajar mengenal diri, belajar mengenal orang lain, dan belajar mengenal lingkungan sekitarnya. Ini dilakukan agar siswa dapat mengetahui dan menempatkan posisinya di tengah-tengah masyarakat sekaligus mampu mengendalikan diri. 

Sifat pengendalian diri harus ditumbuhkembangkan pada diri siswa. Pengendalian diri di sini dimaksudkan adalah suatu kondisi di mana seseorang dalam perbuatannya selalu dapat menguasai diri sehingga tetap mengontrol dirinya dari berbagai keinginan yang terlalu meluap-luap dan berlebih-lebihan. Berarti dalam sifat pengendalian diri tersebut terkandung keteraturan hidup dan kepatuhan akan segala peraturan. Dengan kata lain, perbuatan siswa selalu berada dalam koridor disiplin dan tata tertib sekolah. Bila demikian, akan tumbuh rasa kedisiplinan siswa untuk selalu mengikuti tiap-tiap peraturan yang berlaku di sekolah. Mematuhi semua peraturan yang berlaku di sekolah merupakan suatu kewajiban bagi setiap siswa. 

Masalah kedisiplinan siswa menjadi sangat berarti bagi kemajuan sekolah (Nursisto, 2002:78). Di sekolah yang tertib akan selalu menciptakan proses pembelajaran yang baik. Sebaliknya, pada sekolah yang tidak tertib kondisinya akan jauh berbeda. Pelanggaran-pelanggaran yang terjadi sudah dianggap barang biasa dan untuk memperbaiki keadaan yang demikian tidaklah mudah. Hal ini diperlukan kerja keras dari berbagai pihak untuk mengubahnya, sehingga berbagai jenis pelanggaran terhadap disiplin dan tata tertib sekolah tersebut perlu dicegah dan ditangkal.

Menyimak dan menyaksikan pemberitaan di media massa dan elektronik akhir-akhir ini menggambarkan bahwa tingkat kedisiplinan siswa umumnya masih tergolong memprihatinkan. Kuantitas pelanggaran yang dilakukan oleh siswa semakin bertambah dari waktu ke waktu. Dari berbagai jenis pelanggaran tata tertib sekolah, misalnya banyaknya siswa yang bolos atau minggat pada waktu jam belajar, perkelahian, terlambat datang ke sekolah, malas belajar, sering tidak masuk sekolah, tidak mengerjakan tugas-tugas yang diberikan guru, tidak membuat pekerjaan rumah, merokok, dan lain-lain. Secara garis besar banyaknya pelanggaran yang dilakukan oleh siswa akan berpengaruh terhadap kemajuan dan prestasi belajar di sekolah.

Menciptakan kedisiplinan siswa bertujuan untuk mendidik siswa agar sanggup memerintahkan diri sendiri. Mereka dilatih untuk dapat menguasai kemampuan, juga melatih siswa agar ia dapat mengatur dirinya sendiri, sehingga para siswa dapat mengerti kelemahan atau kekurangan yang ada pada dirinya sendiri. 

Menanamkan kedisiplinan siswa merupakan tugas tenaga pengajar (guru). Untuk menanamkan kedisiplinan siswa ini harus dimulai dari dalam diri kita sendiri, barulah kita dapat mendisiplinkan orang lain sehingga akan tercipta ketenangan, ketentraman, dan keharmonisan. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Darmodihardjo (1980:12) yang mengatakan bahwa “Seorang guru tidak akan efektif mengajar apabila ia sendiri tidak mengetahui apa yang menjadi keinginan siswa, dan seorang guru tidak akan hidup dengan norma Pancasila bila dia tidak meyakini dan menghayatinya.”

Minggu, 02 Oktober 2011

SMPN 3 Gresik Juara Liga Pendidikan  



Liputan6.com, Bandung: SMPN 3 Gresik menjuarai Liga Pendidikan Indonesia untuk kategori SMP sederajat. Dua gol SMPN 3 Gresik diborong M Dimas Drajat untuk mengalahkan SMPN 4 Semarang 2-1 (0-1) pada grand final di Stadion Siliwangi, Bandung, Jawa Barat.

Kedua kesebelasan tampak canggung di awal babak pertama. Beberapa kali terjadi salah umpan sesama pemain. Meski demikian, SMPN 4 Semarang bermain lebih baik dan menguasai jalannya permainan. Serangan mereka banyak bertumpu pada striker Dwi Candra Rukmana.

Satu menit menjelang turun minum, menggunakan format 2x30 menit, juara tingkat Provinsi Jawa Tengah itu berhasil memimpin 1-0. Tendangan Thomas Kristianda yang memantul mengenai tanah mengecoh kiper lawan. Bola rebound yang mengenai mistar diselesaikan Dwi Candra. Keunggulan ini bertahan hingga memasuki istirahat.

Namun begitu babak kedua dimulai, SMPN 3 Gresik menggebrak. Selang dua menit dimulainya kembali laga, menit ke-32, Dimas Drajat mengoyak gawang yang dijaga Awan Setho Raharjo dengan sundulan sambil membelakangi gawang. Skor imbang 1-1. SMPN 4 Semarang yang lebih diunggulkan berusaha mengembalikan kepemimpinan.

Dwi Candra dua kali memberi ancaman serius di depan gawang kiper Gilang Ramadhan. Akan tetapi, kedua peluang itu hanya menemui tiang dan mistar gawang. Di saat tertekan justru SMPN 3 Gresik balik memimpin 2-1. Dimas Drajat dengan dingin menuntaskan umpan terobosan dari Rico Andriawan pada menit ke-47.

SMPN 4 Semarang berupaya menyamakan kedudukan di sisa waktu yang ada. Dwi Candra menjadi andalan, tetapi hingga pertandingan usai SMPN 3 Gresik berhasil menjaga keunggulan dengan skor 2-1. Hasil mengesankan mengingat inilah kali pertama keikutsertaan SMPN 3 Gresik di LPI.(DIM)

Kamis, 22 September 2011

Dua Wakil Jatim Lolos Delapan Besar LPI


Dua Wakil Jatim Lolos Delapan Besar LPI
Surabaya - Sebasnyak dua wakil Jawa Timur yang berlaga di kompetisi Liga Pendidikan Indonesia putaran nasional wilayah Surabaya tingkat SMP dan SMA, memastikan lolos ke babak delapan besar di Bandung pada 24-28 September mendatang.

Pada laga semifinal di Surabaya, Rabu, SMP Negeri 3 Gresik yang menjadi juara Grup E, mengalahkan penghuni peringkat kedua Grup F, MTs Negeri Kalabahi, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, dengan skor 4-1.

Sedangkan SMA Taman Siswa Mojokerto (juara Grup E) menang tipis 2-1 atas SMK 02 Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (runner up Grup F).

Berdasarkan regulasi LPI, dua tim dari masing-masing tingkatan (SMP, SMA dan perguruan tinggi) di empat wilayah yang menggelar putaran nasional (Surabaya, Makassar, Tangerang, dan Bandung), berhak melaju ke babak delapan besar putaran final.

"Target lolos delapan besar sudah terpenuhi dan kami sangat bersyukur dengan hasil ini. Anak-anak bermain bagus dan mampu meredam serangan balik lawan," kata pelatih SMPN 3 Gresik, Adik Mulyo.

Tiga dari empat kemenangan Gresik disumbang oleh penyerang andalannya Dhimas Prajad dan satu gol lain disarangkan oleh Rico Andriawan.

Hasil ini juga menjadi bukti keperkasaan SMPN 3 Gresik yang tidak terkalahkan sejak babak penyisihan grup dan selalu menang dengan skor telak.

Sementara pada semifinal tingkat SMA, Jatim yang diwakili SMA Taman Siswa Mojokerto sempat tertinggal lebih dulu pada menit ke-31 lewat gol Alu Husaini.

Namun, Andre Ardiansyah mampu menyamakan skor setelah menjebol gawang SMK 02 Kota Bima pada menit ke-40.

SMA Taman Siswa memastikan lolos ke babak delapan besar melalui gol dari Hamzamu Yama di menit ke-55, setelah memanfaatkan kemelut di depan gawang.

"Kami sempat mendominasi di awal babak pertama, tetapi anak-anak sedikit kehilangan konsentrasi sehingga harus kebobolan lebih dulu. Lawan bermain bagus dan sempat merepotkan," ujar pelatih SMA Taman Siswa Tomy Sholivan usai pertandingan.

Menurutnya, pertandingan babak delapan besar di Bandung akan lebih berat, sehingga anak asuhnya harus lebih siap secara fisik dan mental.

"Kami belum tahu akan bertemu siapa di babak delapan besar. Yang pasti, kami siap bermain habis-habisan untuk mencapai babak final," tambah Tomy.

Wakil wilayah Surabaya yang juga lolos ke babak delapan besar mendampingi dua tim asal Jatim, adalah MTs Al Munawarah Kota Bima dan SMAN 1 Bali.

MTs Al Munawarah menang tipis 3-2 atas SMPN 29 Samarinda, Kalimantan Timur. Sedangkan SMAN 1 Kuta, Bali menundukkan SMK Pancasila, NTT, dalam drama adu penalti yang berakhir 4-3.

Selasa, 20 September 2011

Liga Pendidikan Indonesia
Angka Sempurna SMPN 3 Gresik
Senin, 19 September 2011 21:32:47 WIB
Reporter : M. Syafaruddin


Surabaya (beritajatim.com) - SMP Negeri 3 Gresik memastikan diri sebagai juara Grup E babak penyisihan grup nasional Liga Pendidikan Indonesia (LPI). Raihan wakil Jawa Timur (Jatim) ini makin sempurna usai memetik kemenangan tiga kalinya lawan wakil Sulawesi Tenggara, SMP Negeri 1 Napabalano, Kab Muna dengan skor 4-0.

Pada pertandingan yang dihelat di Lapangan Karanggayam, Senin (19/9/2011) hari ini, empat gol anak asuh Adik Mulyo dicetak striker andalannya, M. Dhimas Prajad, kapten tim Faishal Ammar serta dua gol tandem Dhimas, Rico Andriawan.

"Anak-anak bermain bagus hari ini. Mereka mampu menafsirkan segala istruksi dengan baik," puji Adik.

Kemenangan lawan Napabalano juga memastikan Gresik sebagai juara Grup E dengan torehan sembilang angka hasil tiga pertandingan. Lebih fantastis lagi, mereka menciptakan 13 gol. Pada pertandingan semifinal, Jatim akan menghadapi MTS Negeri Kalabahi, Kab Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (21/9/2011) besok lusa.

Untuk pertandingan itu, Adik sedikit merubah pola dari 4-4-2 menjadi 5-3-2. "Kita sengaja menempatkan lima pemain di belakang karena kita dengat counter attack lawan sangat bagus. Tapi kita tetap berusaha menguasai lapangan tengah," tutur Adik.

Adik juga memastikan sekaligus bersyukur karena tak ada satupun pemain yang cedera. "Tidak ada pemain yang cedera. Kita akan turun dengan The Dream Team," tutupnya.[sya/kun]

Minggu, 18 September 2011

SMPN 3 Gresik Maju ke Semifinal LPI

Bola.net - Tim SMP Negeri 3 Gresik yang menjadi wakil Provinsi Jawa Timur, memastikan lolos ke babak semifinal putaran nasional kompetisi Liga Pendidikan Indonesia 2011 wilayah Surabaya.
Pada laga kedua penyisihan Grup E tingkat SMP di Lapangan Karanggayam Surabaya, Sabtu, SMPN 3 Gresik meraih kemenangan telak 5-1 atas SMPN 8 Kalukku, Sulawesi Barat.

Kemenangan ini merupakan yang kedua bagi tim asuhan pelatih Adik Mulyo, setelah pada laga pertama mengalahkan SMPN 29 Samarinda, Kalimantan Timur, dengan skor 4-1.
SMPN 3 Gresik yang kini menduduki posisi teratas klasemen sementara Grup E, masih menyisakan satu laga melawan SMPN 1 Napabalano, Sulawesi Tenggara, Senin (19/9).
"Kendati sudah memastikan lolos semifinal wilayah, saya tetap akan menginstruksikan anak-anak untuk bermain maksimal di laga penyisihan terakhir," kata Adik Mulya usai pertandingan.

Dari lima gol kemenangan atas SMPN 8 Kalukku, Bustomi Arif dan Dhimas Drajat masing-masing menyumbang dua gol, serta satu gol lainnya dicetak Ramadhan Tri Prayono.
Bustomi Arif mencetak gol pada menit ke-17 dan 45, kemudian gol Dhimas Drajat terjadi di menit ke-46 dan 48, dan Ramadhan menjebol gawang Kalukku pada menit ke-41.
Sedangkan satu-satunya gol balasan wakil Sulawesi Tenggara diciptakan pemain mungil, Suhartono, pada menit ke-18.
"Sebenarnya permainan anak-anak tidak begitu maksimal dan masih sering terburu-buru menyelesaikan peluang. Itu akan saya evaluasi untuk menghadapi laga berikutnya," tambah Adik Mulyo.

Kekalahan atas wakil Jatim, membuat peluang SMPN 8 Kalukku menuju semifinal wilayah hampir pasti tertutup, karena sebelumnya juga kalah 3-5 dari SMPN 1 Napabalano.
Sementara di Grup F, MTs Almunawarah, Nusa Tenggara Barat, menjadi pamuncak klasemen dengan nilai enam, disusul MTs Negeri Kalabahi (NTT) dan SMPN 4 Kubutambahan (Bali), yang sama-sama mengoleksi nilai tiga.
Sesuai regulasi, juara Grup E akan menghadapi peringkat kedua Grup F dan juara Grup F bertemu runner up Grup E.
Masing-masing pemenang dari laga tersebut akan menjadi wakil wilayah Surabaya untuk masuk babak delapan besar putaran final di Bandung pada 24-28 September 2011. (ant/row)

Kamis, 15 September 2011

SMPN 3 Gresik Wakil Jatim di LPI
 
Senin, 12 September 2011 11:22 WIB
Share |
tim-smsk-gresik.jpg
Foto:surya/adi agus santoso.
Wabup HM Qosim berfoto bersama Kasek SMPN 3 dan tim LPI sebelum berangkat menuju medan pertandingan, Senin (12/9/2011) pagi.
Berita Terkait
TRIBUNJATIM.COM,GRESIK - Tim kesebelasan SMPN 3 Gresik menjadi wakil Provinsi Jawa Timur dalam Kompetisi Liga Pelajar Indonesia 2011, setelah berhasil menjadi juara pertama dalam liga sepakbola pendidikan tingkat Jatim.

Dalam pertandingan awal, Kesebelasan Pelajar SMP Negeri 3 akan bertanding melawan kesebelasan wakil dari Provinsi Kalimantan Timur, di lapangan Gelora Tambaksari Surabaya, Rabu (14/9/2011).

Sebelum berangkat ke medan laga, seluruh pemain didampingi Kasek SMPN 3 Gresik Djamali, meminta doa restu Wakil Bupati Gresik HM Qosim di ruang kerjanya, Senin (12/9/2011) siang.
Djamali mengatakan timnya masuk dalam grup E1, yang diakuinya cukup berat. Lawan pertama adalah Kalimantan Timur, kemudian melawan tim Sulawesi Barat (16/9/2011) dan Sulawesi Tenggara (18/9).

"Kami mohon dukungan dan doa restu dari seluruh masyarakat Gresik dan Jawa Timur pada umumnya,” harapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Gresik mengaku bangga atas prestasi siswa SMPN 3 di kompetisi Liga Pendidikan Indonesia 2011. Selama ini, Bupati Gresik Dr. Sambari Halim Radianto sangat apresiasi terhadap olah raga sepakbola.

"Semoga sepulang dari Amerika, bapak bupati berkenan memberikan reward atas prestasi tim SMP Negeri 3 ini. Apalagi program Bupati Gresik selama ini tengah menata olahraga persepakbolaan di Gresik sekaligaus tengah membangun stadion bertaraf International di Gresik," ujar Wabup Qosim, Senin (12/9/2011).


Sumber : surya
Penulis : Adi Agus santoso